Alasan di Balik Pendekatan Hati-hati Selandia Baru untuk iGaming
Dalam tahun-tahun belakangan ini, kebijakan judi Selandia Baru menjadi sorotan dunia. Terkenal dengan sikap berhati-hati, negara ini memilih untuk meluncurkan pasar iGaming yang teratur pada 2027. Alih-alih tergesa-gesa, Selandia Baru mengutamakan keamanan konsumen dan penurunan risiko.
Setelah Undang-Undang Perjudian Online disetujui pada 2026, regulasi ketat diberlakukan untuk memantau kasino online. Meskipun ada harapan agar semua bisa berjalan lebih cepat, peluncuran resmi diatur untuk 2027. Dalam bulan Agustus, pihak berwenang sudah memperingatkan akan potensi keterlambatan, bukan sebagai kendala, tetapi sebagai langkah memastikan regulasi yang solid demi kepentingan publik.
Dengan undang-undang baru, hanya entitas berlisensi yang berwenang menawarkan layanan perjudian online di Selandia Baru. Jumlah lisensi juga terbatas hingga 15, dengan setiap operator boleh mengajukan hingga tiga lisensi saja. Setiap lisensi harus terkait dengan satu platform atau merek tertentu. Adapun, hak eksklusif untuk taruhan balap dan olahraga tetap menjadi milik TAB New Zealand.
"Penundaan ini sepertinya sengaja dilakukan untuk mempersiapkan pasar secara matang dan memastikan regulasi yang kokoh," ujar True.
Bukannya tergesa-gesa dalam memulai pasar, Selandia Baru memilih memberi prioritas pada kepastian regulasi sebelum pelaksanaan lisensi.