Prediksi

Peraturan CFTC Terbaru dan Dampaknya pada Masa Depan Pasar Prediksi

Peraturan CFTC Terbaru dan Dampaknya pada Masa Depan Pasar Prediksi

Pekan ini mencatat langkah besar dalam dunia pasar prediksi dengan hadirnya pedoman baru dari CFTC bersamaan dengan dimulainya Piala Dunia. Aturan ini diumumkan oleh badan pengawas derivatif di Amerika Serikat dan mengundang berbagai pandangan tentang kemungkinan dampaknya. Pada hari Rabu, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS menyiarkan pemberitahuan tentang penerapan aturan untuk pasar prediksi, menandakan akhir dari fase awal pembentukan regulasi untuk sektor yang tengah berkembang pesat tersebut. Dokumen ini menetapkan kebijakan untuk kontrak acara dalam pasar prediksi, dengan ekspektasi bahwa volume perdagangan dapat melampaui $1 triliun per tahun pada 2030.

Pendukung perubahan dalam pasar derivatif olahraga menekankan keuntungan ekonomi dari pedoman tersebut, meski ada yang khawatir kebijakan di tingkat federal bisa merusak kebebasan di tingkat negara bagian. Sehari setelah CFTC mengumumkan pedoman tersebut, Ketua Michael Selig tampil di Fox Business menjelaskan bagaimana kebijakan baru ini akan menentukan jenis produk olahraga yang dapat diperdagangkan di seluruh negeri. Rancangan ini dipublikasikan di register federal hari Jumat, membuka periode komentar publik selama 45 hari.

Melihat Lebih Dekat pada 'Kebijakan Khusus'

Setelah krisis keuangan tahun 2008, Kongres mengesahkan Reformasi Wall Street dan Perlindungan Konsumen Dodd-Frank, yang membawa aturan baru untuk swap di bawah Undang-Undang Bursa Komoditas. Salah satunya adalah Pasal 5c(c)(5)(C), dikenal sebagai 'Kebijakan Khusus', memberi wewenang kepada CFTC untuk membatasi kontrak acara tertentu yang mungkin bertentangan dengan kepentingan publik. Selain itu, CFTC memperkenalkan Regulasi 40.11, yang memungkinkan pembatasan perdagangan pada hal-hal seperti perang, pembunuhan, terorisme, dan perjudian.

Evaluasi Kepentingan Publik

Kedepannya, perhatian mungkin tertuju pada istilah 'uji kepentingan publik'. Istilah 'kepentingan' muncul sebanyak 515 kali dalam dokumen tersebut. Dalam wawancara di Fox, Selig menjelaskan bahwa sebuah kontrak akan dievaluasi CFTC apakah bertentangan dengan kepentingan publik, sebuah persyaratan legal. Peter Sanchez Guarda, mantan penasihat di CFTC, menyoroti bahwa cakupan standar kepentingan publik yang luas dapat berisiko membuat kebijakan regulasi menjadi tidak konsisten.

Setidaknya tiga kelompok penting — Asosiasi Permainan Amerika, Asosiasi Permainan India, dan Aliansi Taruhan Non-Investasi — menyampaikan kritik tajam atas rancangan peraturan ini. Presiden AGA, Bill Miller, menyebut kebijakan awal ini sebagai 'upaya luar biasa' dalam mengubah definisi taruhan olahraga. Sebaliknya, Randall Boe, mantan Komisaris Arena Football League, berpendapat bahwa kebijakan baru ini berpotensi menjadi sumber pendapatan penting bagi tim dan liga.

Perkembangan Pekan Ini

Kira-kira delapan bulan setelah mengajukan aplikasi ke CFTC, ProphetX memperoleh persetujuan pada hari Kamis untuk mendaftarkan kontrak acara olahraga di pasar prediksi yang baru. Platform ProphetX menawarkan fitur Request for Quote (RFQ) parlay yang memungkinkan pengguna untuk menciptakan dan mengevaluasi kombinasi acara secara langsung dengan pihak lain. “Kami siap memperluas layanan pasar acara olahraga kami kepada jutaan orang secara nasional dalam kerangka regulasi yang adil,” kata CEO ProphetX, Dean Sisun.

Beberapa operator membentuk kerjasama atau meluncurkan produk baru pekan ini. ADI Predictstreet, yang memulai platform pasar prediksi pada 8 Juni, menghadirkan Pusat Piala Dunia yang berkolaborasi dengan Fanatics Markets. Pada hari Jumat, Kalshi menangani volume perdagangan yang signifikan pada futures Piala Dunia. Spanyol dan Prancis masih menjadi favorit bersama dengan 17%, sementara AS berlaga dalam pertandingan Piala Dunia pertama mereka melawan Paraguay dalam Grup D pada hari Jumat.